Situs ini untuk menyimpan semua karya dan apa saja yang mengisi lembaran hidupku yang MENGALUN, MERIAK, dan MENGALIR bagai AIR. Mari kita saling berbagi demi pemajuan peradaban di muka bumi. Mungkin kita tak bisa mengubah apa-apa, tapi setidaknya kita sudah BERBUAT dan BERKARYA walau hanya SETITIK DEBU DI HAMPAR GURUN atau cuma SEBUIH AIR DI LUAS SAMUDERA!
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

TATAP MATA ITU



cerah lubuk hati
terpancar di tatapan itu
pada satu figura depanku
lukiskan indah bersamanya

mata itu tatapan itu
alirkan inspirasi
pada rangkai sajak
gubah puisi
bagai tetes embun pagi hari

singkawang, 2011 LANJUT BEB..

LAMA LARA



lahir rindu merangkai kata
setelah lama lara nestapa
bagai gitaris kehilangan dawai
bagai si buta terpisah penyangga
kini
inspirasi bagai darah segar
mengalir pada denyut nadi

amboi,
inspirasi adalah anugerah
alirkan rangkai sajak bait puisi
lagi

singkawang, 2011 LANJUT BEB..

GAPAI

mimpi indahlah engkau
gapai cita yang kauingin
semoga esok pagi
mentari jadi milikmu....

2011 LANJUT BEB..

SENYUM ITU

senyummu menggugah inspirasi
betapa telaga hati menyembur
mata air
buat disiramkan pada halaman
kenangan
dan keinginan
juga kehidupan

senyummu itu
bagai bulir bulir embun pagi
menyejukkan rasa
menyegarkan pandang
hingga diri yang melayu
segar kembali bersemi

amboi
sang pemilik senyum
ingin aku berbagi
agar hidup makin hidup
agar rindu tak jadi sepi
agar taut dua hati tetap abadi
mengalir bagai air
berhembus bersama angin
menyebarkan damai
tiap jiwa dan hati
yang mencintai hidup
dan kehidupan

2011 LANJUT BEB..

SAJAK FANTASI HELAI DAUN 3

kain kasih tersulam
di bawah damai lembaran daun tahun
meski kadang mentari
tak berbagi cahaya
lantaran edaran awan
kadang kelabu
kadang hitam
namun fantasi terus saja melintas
tak jemu jemu melintas
dan selalu saja kembali melintas
betapa!
kasih yang bersemi
tak sanggup hapuskan fantasi

tanah merdeka, 2011 LANJUT BEB..

SAJAK FANTASI HELAI DAUN 2

apa yang kan terkatakan
tak sanggup kuterkatakan
lantaran lintasan fantasi
mengalahkan ingin kata kata

lembar lembar daun tahun
melambai lambai
perlahan lahan
menghantar benang kenangan
hendak disulam kembali
menjadi kain kasih
yang sempat tergores

tanah merdeka,2011 LANJUT BEB..

SAJAK FANTASI HELAI DAUN 1

mengenang jalin benang kenangan
dibalut berlapis lembar daun daun tahun
fantasi melintas
kembali melintas
lantaran terbalut
berlembar lembar
daun daun tahun
betapa!
sehelai lintasan saja
tak sedikit waktu
buat menghapusnya
namun aku tak hendak begitu
namun aku tak hendak jadi begitu
biarlah ia abadi
biarlah ia abadi
iringi helai helai
kasih yang selalu bersemi
baluti lembar lembar daun tahun
bersemi kembali

tanah merdeka, 2011 LANJUT BEB..

SINGKAWANG

dinginkan sembur api naga

sarungkan sembilu upih mandau

lebarkan tadah nyiru

pungaskan tetesan hujan persamaan

meresap dingin hapus sesak dada perbedaan


bersama itu indah

damai itu anugerah


singkawang, 2011


*pungas= mencuci muka LANJUT BEB..

HIKMAH

adalah padang terbakar

mata memandang padang terhampar

hampa

tapi takdir meneteskan hujan

menyemai tunas baru

menghijau kehidupan



singkawang, 22022011 LANJUT BEB..

SAHABAT

tempat berbagi dan mengadu

memberi saat ada, meminta saat tiada

karena yang ada cuma satu,

bukan beda

satu hati satu rasa



singkawang, 22022011 LANJUT BEB..

SAKSI BISU

(mengenang Paul Putra dan Muhammad Ali Said


di sini
di gedung ini
terpancar mata air inspirasi
terajut manik manik kreativitas
terlahir karya karya seni
yang menggoreskan namamu
untuk dikenang
untuk diabadikan
sebagai balas jasa
atas sumbangsih indah
demi memartabatkan
Enggang Gadingmu
di negeri orang
di sini
di gedung ini
liukan indah seni
mekar kelopak budaya
akan terus menggeliat
akan selalu bersemi
menjalin anyaman peradaban
bagi harmoni kehidupan
bagi lestari kedamaian
di sini
gedung ini
saksi bisu
bagi segala riak getar seni
bagi segenap gegap gempita budaya
di hamparan bumi khatulistiwa


(taman budaya kalbar, 03062009)


LANJUT BEB..

Mendung Ae’ Kapuas

in memoriam Paul Putra Frederick

I
kapuas menggumpal mendung
biaskan kelam di alir sungai kenangan
kabarkan berita duka di jumat mulia
dua dua lima dua ribu sembilan
telah berpulang menghadapnya
sang papa, sang opa, sang suami,
sang saudara, sang sahabat tercinta

II
takkan pernah terlupa
terngiang alun nada sang putra
lambang cinta dan bangga kampong halaman
“sampan laju dari hilir sampai ke hulu”

begitu alun nada di petik gitarmu
bagaikan satu pertanda
saat kuterima kabar duka
engkau pergi untuk selamanya

III
terbayang terlintas sosokmu
engkau tegas dan bulat dalam tekad
satu kata dalam perbuatan
engkau sahabat yang murah hati
takkan diam bila teman berduka
tak pernah cela meluncur dari ucapmu
engkau sungaiku mengadu
saat risau dan gundah melanda

IV
“Sungai Kapuas punye cerite
Bile kite minom ae’nye
Biarpon pegi jaoh ke mane
Sunggoh susah na’ ngelupa’kannye”

sahabat,
sampanmu melaju menuju muara kehidupan
kini engkau telah merapat ke samuderanya
ae’ kapuasmu tinggalkan cerita
memang sungguh susah melupakannya

selamat jalan
innalillahi wainna ilaihi raaji’uun


(pontianak,24052009) LANJUT BEB..

Menafsir Cahaya

ada segurat kesenduan
di celah bias-bias cahaya bulan
menerawang tapak tapak langkah
merangkai larik tanya:
di mana akhirnya?

kesenduan
kesenduan
semakin redup
di relung dedaunan
ingin menafsir cahaya
ketika bias menipis

cahaya adalah cahaya
yang menghias rona angkasa
meredam rasa
memendam cita

di mana akhir?
teruslah menapak
menapak
hingga bias terkikis
hingga tanya terjawab

modjo, 23052009 LANJUT BEB..

KUTEMUKAN IBU DI SENYUMMU

buat MakNgah

kutemukan ibu di senyummu
di lentur tutur bijakmu
terima kasih
ucap yang terucap
tak terkata puji atas petuahmu

malam telah larut
tapi ibumu membelai kasih
telaten menjamu celoteh liarku

terima kasih, Ibu
telah menina bobo masa kecilku
dan kita menguak khasanah lama
ingatkan langkahku selanjutnya

maafkan bila tersilap kata
ampunkan bila tersumbang laku

cahaya bulan jadi saksi
engkau jadi inspirasi
tertoreh selarik puisi
buat kukenang kala sepi

koeboe, 10 maret 2008
22.34 wib LANJUT BEB..

aku juga bisa

Pelan-pelan sekarang
aku coba berikan
space waktu dalam hidupku.

Selama ini aku merasa
selalu tak punya waktu
hingga datang kekasihku
mengingatkan
bahwa hidup harus dinikmati
bukan hanya untuk diri sendiri
tapi untuk mereka-mereka
yang kucintai

pontianak, 13/09/2007-22.20 wib

LANJUT BEB..

dari bilik 13 sebuah warnet

(kepada asahan sabit)

berjalanlah terus dalam kesadaran samudera ketidaktahuan
hingga pada akhirnya terjerat pada satu persinggahan
bahwa sehelai kesadaran ketidaktahuan adalah
titik balik pembuka muara kecerahan
berjalanlah terus
berjalanlah terus
hingga titik balik
hingga titik tempuh
dan persinggahan
di mulut muara
cakrawala
cerah
surya
tanah
airnya
kun

pontianak, 09 jan 2005 02.05 wib LANJUT BEB..

Episode Duka di Tanah Rencong

Aku tak punya kata kata
Aku kehilangan kata kata
buat lukiskan peristiwa dan bencana
nestapa yang menimpa saudara kita
Nangroe Aceh Darussalam,
Nias, Deli Serdang di Sumatera Utara

Harta yang berdiri megah
telah rebah tersapu air bah
Nyawa yang hanya selembar
telah melayang dan terhampar
Segala makhluk tersapu badai tercerai berai

Anak anak kehilangan ibu ayah
Ayah ibu kehilangan anak
Suami kehilangan istri, istri kehilangan suami
Saudara kehilangan saudara
Semua kehilangan harta dan nyawa
Hidup bersama kini sebatangkara
Bahkan kehidupan kini tiada

Aceh, Nias, Deli dan Sumatera Utara
Akupun turut berduka
berbelasungkawa atas derita yang kaurasa
Indonesia Menangis, Indonesia Berduka
menghimpun segala milik yang dipunya
berharap mengurang sedikit lara

Segala bencana, gempa bumi, tsunami
adalah rencana Yang Maha Perkasa
adalah tanda tanda kebesaran dan kekuasaan
Sang Khalik, Yang Maha Pemilik
Dialah yang mencipta,
Dia jualah yang akan mengambilnya

Allahu Akbar
Tiada yang lain Engkaulah Yang Maha Besar
Ya Allah,
Tiada banding dan tanding kebesaran dan kekuasaanMu
Cukuplah segala yang Kau sebar
menjadi hikmah dan iktibar
bagi yang mau berpikir dan belajar

Innalillahi wainna Ilaihi radji'uun

Pontianak, 30 Desember 2004
23.49 WIB

PontianakPost, Minggu, 9 Januari 2005

LANJUT BEB..

DEPAN CERMIN

dalam sendiri di depan cermin
tergambar jelas siapa diri

tanah gambut, 3/02/02 (23.12) LANJUT BEB..

MENEGUR HATI

rindu akan hakikat diri
lupakan amanah asyik sendiri
menggugah rasa menegur hati
tunaikah bakti lewat puisi

tanah gambut, 3/02/02 (23.10) LANJUT BEB..

MENATAP DUNIA

sesak dada menatap dunia
saksikan kuasa atas manusia
tepiskan batas sanak saudara
mengobral murah hakikat jiwa
perkosa asasi atas manusia

tanah gambut, 3/02/02 (23.06) LANJUT BEB..
E
D
O
Copyright @ 2009
Edo Pradana Prasitha.
All Right Reserved