Situs ini untuk menyimpan semua karya dan apa saja yang mengisi lembaran hidupku yang MENGALUN, MERIAK, dan MENGALIR bagai AIR. Mari kita saling berbagi demi pemajuan peradaban di muka bumi. Mungkin kita tak bisa mengubah apa-apa, tapi setidaknya kita sudah BERBUAT dan BERKARYA walau hanya SETITIK DEBU DI HAMPAR GURUN atau cuma SEBUIH AIR DI LUAS SAMUDERA!

KONGLOMERAT

roket
roket
roket
tekor
ptk, 7/6/90 LANJUT BEB..

TANGGA

di atas seribu
di bawah jadi debu

Pontianak, 7 Juni 1990
LANJUT BEB..

RANTING

kenapa kau kering?

ptk, 1990
LANJUT BEB..

HUTAN

kau perawan yang kesepian
dulu bulumu begitu lebat
ketika kita bergulat
dalam napas yang bulat
tanpa cacat
kau berdesah akupun bergairah
semangat hidupku bertambah
kau perawan yang kesepian
kini tak lagi perawan
diperkosa dan dijarah
mesin-mesin perkasa
tak berdaya dirambah
mata-mata besi tak bermata
tubuhmu tergolek telanjang
dielus gerigi yang meradang
kau menjerit
tubuhmu belah
sementara majikanmu tertawa renyah
hari ini dapatkan lagi rupiah
pontianak, april 1990
LANJUT BEB..

SAJAK TANPA JUDUL

kepada guru

I
Dengan sebatang kapur
kau ejakan kata-kata
kau bukakan jendela
menjenguk dunia

Dengan sebatang kapur
kau beri kami baju
kau beri kami sepatu
kau ajarkan kami berjalan
kau kenalkan kami bulan

Dengan sebatang kapur
satu jadi seribu

Dengan sebatang kapur
kau berikan apa yang dapat kau berikan
tak kau harap balas jasa
tak kau impi sejuta imbalan;
Berdiri hingga matahari meninggi
Bicara hingga habis suara
kadang berlari dari pintu ke pintu

Dengan sebatang kapur
kau cipta bocah jadi remaja
kau cipta remaja jadi dewasa
kau cipta manusia jadi manusia


Dengan sebatang kapur
kau buka gerbang desa
menuju pintu kota serba ada serbaneka;
sementara tangan tetap bekerja
sementara kaki terus melangkah
sementara jiwa tetap membara

II
Dengan sebatang kapur
yang kini anti-Tebece
tubuh tetap kurus
langkah makin berat
sementara beras datang terlambat
gaji kecil masih sempat disunat;
penjaga gawang bermental bejat
anak didik berjiwa khianat
sementara roda zaman berputar hebat

Dengan sebatang kapur
kau tetap mengabdi
sementara mereka terus mencuri
alergi gajimu tinggi-
merekalah yang berhak punya mobil
punya rumah mewah
berkantong tebal penuh rupiah

Suaramu hanya nyanyian tanpa nada
menebal tumpukan kerja di balik meja
jadi makanan lezat rayap-rayap
sebab jalanmu tanpa pelicin;
tersendat-sendat
dan tak bisa diharap

Dengan sebatang kapur
kau nanti kabar baik
dari Pak Menteri-
bukan kroco-kroco
pemerkaya diri sendiri
yang berkata menabur duri
menyebar mimpi menjual janji

Tubuh kurus makin kurus
batuk Tebece jadi nyanyian
sebab lagu keramat hanya slogan
Dan aku bertanya:
"Apa arti pengabdian, jika hidup tanpa jaminan?"

ptk, Mei '89
LANJUT BEB..
E
D
O
Copyright @ 2009
Edo Pradana Prasitha.
All Right Reserved