Situs ini untuk menyimpan semua karya dan apa saja yang mengisi lembaran hidupku yang MENGALUN, MERIAK, dan MENGALIR bagai AIR. Mari kita saling berbagi demi pemajuan peradaban di muka bumi. Mungkin kita tak bisa mengubah apa-apa, tapi setidaknya kita sudah BERBUAT dan BERKARYA walau hanya SETITIK DEBU DI HAMPAR GURUN atau cuma SEBUIH AIR DI LUAS SAMUDERA!

RANTING

kenapa kau kering?

ptk, 1990
LANJUT BEB..

HUTAN

kau perawan yang kesepian
dulu bulumu begitu lebat
ketika kita bergulat
dalam napas yang bulat
tanpa cacat
kau berdesah akupun bergairah
semangat hidupku bertambah
kau perawan yang kesepian
kini tak lagi perawan
diperkosa dan dijarah
mesin-mesin perkasa
tak berdaya dirambah
mata-mata besi tak bermata
tubuhmu tergolek telanjang
dielus gerigi yang meradang
kau menjerit
tubuhmu belah
sementara majikanmu tertawa renyah
hari ini dapatkan lagi rupiah
pontianak, april 1990
LANJUT BEB..

SAJAK TANPA JUDUL

kepada guru

I
Dengan sebatang kapur
kau ejakan kata-kata
kau bukakan jendela
menjenguk dunia

Dengan sebatang kapur
kau beri kami baju
kau beri kami sepatu
kau ajarkan kami berjalan
kau kenalkan kami bulan

Dengan sebatang kapur
satu jadi seribu

Dengan sebatang kapur
kau berikan apa yang dapat kau berikan
tak kau harap balas jasa
tak kau impi sejuta imbalan;
Berdiri hingga matahari meninggi
Bicara hingga habis suara
kadang berlari dari pintu ke pintu

Dengan sebatang kapur
kau cipta bocah jadi remaja
kau cipta remaja jadi dewasa
kau cipta manusia jadi manusia


Dengan sebatang kapur
kau buka gerbang desa
menuju pintu kota serba ada serbaneka;
sementara tangan tetap bekerja
sementara kaki terus melangkah
sementara jiwa tetap membara

II
Dengan sebatang kapur
yang kini anti-Tebece
tubuh tetap kurus
langkah makin berat
sementara beras datang terlambat
gaji kecil masih sempat disunat;
penjaga gawang bermental bejat
anak didik berjiwa khianat
sementara roda zaman berputar hebat

Dengan sebatang kapur
kau tetap mengabdi
sementara mereka terus mencuri
alergi gajimu tinggi-
merekalah yang berhak punya mobil
punya rumah mewah
berkantong tebal penuh rupiah

Suaramu hanya nyanyian tanpa nada
menebal tumpukan kerja di balik meja
jadi makanan lezat rayap-rayap
sebab jalanmu tanpa pelicin;
tersendat-sendat
dan tak bisa diharap

Dengan sebatang kapur
kau nanti kabar baik
dari Pak Menteri-
bukan kroco-kroco
pemerkaya diri sendiri
yang berkata menabur duri
menyebar mimpi menjual janji

Tubuh kurus makin kurus
batuk Tebece jadi nyanyian
sebab lagu keramat hanya slogan
Dan aku bertanya:
"Apa arti pengabdian, jika hidup tanpa jaminan?"

ptk, Mei '89
LANJUT BEB..

DOA SEORANG PENGEMIS KECIL

Tangan itu menadah
kedua-duanya –
di telapaknya terbayang
sesuap nasi –
mengharap kemurahan dermawan.
Orang-orang lalu lalang di sekitarnya
; menolehkan mata membuang muka
dengan pintu hati tertutup
melangkah ringan meninggalkannya.
Ia masih menadahkan kedua
telapak tangan
memohon kemurahan hati para dermawan
; tapi tak juga ada yang menghampiri.

Ia pun menadahkan ke langit
menyerahkan diri kepadaNya
dan titipkan sebait doa :
“Ya, Allah
sudah kuketuk pintu
tapi tak ada yang membuka
tapi tak ada yang menghampiri
Kini kuketuk pintuMu
Ya, Allah
Turunkanlah sesuap nasi padaku
Amin.”

(pada suatu siang di pinggir Tanjungpura, ’89) LANJUT BEB..

MERDEKA

Merdeka adalah burung burung terbang tinggi
Merdeka adalah kicau satwa di hutan rindang
Merdeka adalah gemericik air mengalir
Merdeka adalah bocah manis pipis di ranjang
Merdeka adalah ..................................
terangkat bongkah dari dada Bilal bin Rabbah

Merdeka adalah bebas lepas dan bahagia
Merdeka adalah milik sekalian makhluk
Merdeka adalah milik semua negeri
Merdeka adalah milik segala bangsa
Merdeka adalah hak asasi manusia
Merdeka untuk berkata dan bicara
Merdeka untuk berbuat dan bertanggung jawab

Berabad-abad negeri ini menanggung beban yang berat
menabur benih demi perut si tuan gendut
memetik pala demi kehangatan penyembah berhala
negeri ini mendaki dengan susah payah
demi selembar merah putih

Semua bicara tentang merdeka
semua menuntut kemerdekaan
negeri ini menuntut kemerdekaan
kemerdekaan yang terang benderang
kemerdekaan yang terjepit di batu karang penjajahan
kemerdekaan yang tertindas cadas keserakahan
kemerdekaan yang berderak di ketiak para perompak

Negeri ini menuntut kemerdekaan
kemerdekaan yang disekap para penjilat
kemerdekaan yang didekap para kolonial berambut gelap
kaum kerabat berjiwa khianat sanak saudara bermuka dua

Merdeka adalah kebebasan negeri ini
dari belenggu penjajah serakah
merdeka adalah kepuasan tiada tara
sorak sorai para jelata pekik bahagia para nestapa
merdeka adalah gegap gempita persada nusantara
merdeka adalah tembok kokoh bergeming
merdeka adalah kehidupan

Kita adalah anak anak merdeka
yang terlahir tanpa dosa
yang bergulir tanpa paksa
yang berpikir tanpa merasa

Semua bicara tentang merdeka
semua ingin hidup merdeka
bebas bercerita kepada sesama
bebas melangkah ke segala arah

Merdeka adalah desah napas tanpa lelah
merdeka adalah kebebasan keluar masuk markas
para pemeras dan penguras
merdeka adalah kebebasan menumpuk dasi
sementara para jelata kehilangan nasi

Merdeka adalah denting piring di gubuk miring
merdeka adalah tumpukan daging di tanah genting
merdeka adalah paduan suara melengking nyaring
Kemerdekaan adalah keletihan yang berkepanjangan
kemerdekaan tak lebih dari menunggu waktu kematian
kemerdekaan adalah kerelaan diam seribu bahasa
demi senyum para penguasa

Kita adalah anak anak merdeka
anak anak pelaku zaman
anak anak yang terancam kematian
anak anak yang menjadi maling budiman
anak anak yang menguras tuntas rumah mewah penjajah serakah

Merdeka adalah kepuasan tiada tara
merdeka adalah tonggak kebenaran tanpa bayang bayang penjara
merdeka adalah tanggung jawab yang tersangga di pundak manusia

Merdeka bukanlah kuda liar tanpa dokar
merdeka bukanlah perahu tanpa teraju
merdeka bukanlah kerja tanpa lelah
merdeka adalah titipan kehidupan dari Allah
merdeka adalah rahmat dari Allah
Merdeka dari segala merdeka

Negeri ini telah merdeka
terbebas dari napsu angkara murka
terlepas dari sanak saudara bermuka dua

Kita telah merdeka
kita bebas bersuara lepas tawa dalam cengkrama
tawa renyah bocah bocah dekap sayang ibu dan ayah
merdeka adalah cinta kasih umat manusia
merdeka adalah bahagia tanpa kata kata
bahagia berkat rahmat sang maha pencipta

Merdeka menghantar negeri ini menjadi bangsa yang mandiri
bebas mengatur rumah sendiri
rumah yang telah dirampok para pendatang berhati binatang
rumah yang dulu dihisap para benalu
rumah yang padat para penjilat dan saudara berjiwa khianat

Kita telah merdeka
negeri ini telah merdeka
merdeka negeri ini dengan merdeka atau mati
merdeka negeri ini dengan proklamasi
proklamasi yang menggugah diri untuk bercermin kembali
bahwa negeri ini berdiri di atas persatuan dan kesatuan
proklamasi sebagai pernyataan kemerdekaan yang dituntut
kemerdekaan yang menjadi hak semua negeri segala bangsa
kemerdekaan yang menjadi hak asasi manusia
hak untuk menjadi tuan di negeri sendiri
hak untuk hidup di tanah sendiri

Merdeka dari segala merdeka
adalah Allahu Akbar
ptk, 15885
LANJUT BEB..
E
D
O
Copyright @ 2009
Edo Pradana Prasitha.
All Right Reserved