Skak!
kepepet Raja
kasak kusuk Perwira
Menteri maju membela
tapi dijegal Kuda
Gajah coba menghalang
tapi Benteng siap menghadang
Bidak Cuma melirik
tak bisa naik
Skak!
Mat!
Raja wafat
kotak dilipat
Perwira tak sempat menjilat!
ptk, 1994
LANJUT BEB..
LAHIR TAK BERTANAH
Geriap tangis bayi mengoyak fajar dini
mencoba teriakkan kemerdekaan yang pertama
Ia tak merangkak
tak pula mengibaskan tangan
; buat protes
sebab tangisnya dikembalikan
ia tak sanggup melawan
sebab sumsumnya dibalut
tulang tulang rawan
Geriap tangis bayi berkepanjangan
tak sanggup membangunkan ibunya
; baru saja selesai berjuang
ia tak merangkak
tak pula dapat meredam keangkuhan alam
sebab jubah jubah malaikat
makin erat membalutnya
tangis itu
bayi itu
lahir tak bertanah
; tanah tempat ibunya dilahirkan
tanah moyangnya dibesarkan
tanah yang dulu terjajah
tanah yang dulu subur disiram darah
kini diinjak injak penjajah
yang juga keturunan ibu dan moyangnya
ptk, 8/93 LANJUT BEB..
mencoba teriakkan kemerdekaan yang pertama
Ia tak merangkak
tak pula mengibaskan tangan
; buat protes
sebab tangisnya dikembalikan
ia tak sanggup melawan
sebab sumsumnya dibalut
tulang tulang rawan
Geriap tangis bayi berkepanjangan
tak sanggup membangunkan ibunya
; baru saja selesai berjuang
ia tak merangkak
tak pula dapat meredam keangkuhan alam
sebab jubah jubah malaikat
makin erat membalutnya
tangis itu
bayi itu
lahir tak bertanah
; tanah tempat ibunya dilahirkan
tanah moyangnya dibesarkan
tanah yang dulu terjajah
tanah yang dulu subur disiram darah
kini diinjak injak penjajah
yang juga keturunan ibu dan moyangnya
ptk, 8/93 LANJUT BEB..
KUTULIS SAJAK
Kutulis sajak
pilihan penampang
mencurahkan nurani
Kutulis sajak
menangkap riak
mengapung
mengambang
di muara jiwa
Kutulis sajak
persinggahan terakhir
menuntaskan rasa
bagi hidup yang hidup
ptk, 27/6/93 (04.00) LANJUT BEB..
pilihan penampang
mencurahkan nurani
Kutulis sajak
menangkap riak
mengapung
mengambang
di muara jiwa
Kutulis sajak
persinggahan terakhir
menuntaskan rasa
bagi hidup yang hidup
ptk, 27/6/93 (04.00) LANJUT BEB..
RINDU
rindu
rindu
rinduku mati rasa
rasaku rindu
rasa
rasa
rasa mati
mati
ku
rasa
rindu
mati ku rasa rindu
rindu ku rasa mati
rindu kurasa mati
mati ku rasa rindu
kurindu rasa mati
matiku rindu rasa
rasa matiku rindu
rindu
ku
rasa
rindu
rindu
rindu
rindu
rindu
rindu
rindu
.....
mati.
ptk, 19/5/93 LANJUT BEB..
rindu
rinduku mati rasa
rasaku rindu
rasa
rasa
rasa mati
mati
ku
rasa
rindu
mati ku rasa rindu
rindu ku rasa mati
rindu kurasa mati
mati ku rasa rindu
kurindu rasa mati
matiku rindu rasa
rasa matiku rindu
rindu
ku
rasa
rindu
rindu
rindu
rindu
rindu
rindu
rindu
.....
mati.
ptk, 19/5/93 LANJUT BEB..
PEREMPUANKU, KEKASIHKU
ke mana arah?
perahu mengalun tinggalkan pantai
lambai tangan kekasih terlihat samar
hantar camar camar mengiring langkah
ombak di buritan
angin di kepala
tujukan perahu ke pulaumu
ah, kekasih
semakin jauh ditinggalkan
tiada lagi gerai rambutmu
tiada lagi bayang dirimu
bibir pantai tlah jatuh di lengkung ombak
pulaumu tlah sampai di pelupuk mata
ke mana arah?
masihkah kau di seberang?
aku ingin pulang
tapi bulan menghalang pandang
tepian kapuas, 22/4/93
(02.48 wib) LANJUT BEB..
perahu mengalun tinggalkan pantai
lambai tangan kekasih terlihat samar
hantar camar camar mengiring langkah
ombak di buritan
angin di kepala
tujukan perahu ke pulaumu
ah, kekasih
semakin jauh ditinggalkan
tiada lagi gerai rambutmu
tiada lagi bayang dirimu
bibir pantai tlah jatuh di lengkung ombak
pulaumu tlah sampai di pelupuk mata
ke mana arah?
masihkah kau di seberang?
aku ingin pulang
tapi bulan menghalang pandang
tepian kapuas, 22/4/93
(02.48 wib) LANJUT BEB..
Langganan:
Postingan (Atom)
E
D
O
Copyright @ 2009
Edo Pradana Prasitha.
All Right Reserved
D
O
Copyright @ 2009
Edo Pradana Prasitha.
All Right Reserved
